THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 18 Oktober 2009

TENTANG SMASA TARAKAN

Pada tahun 1960 SMA ini adalah merupakan cabang / filial dari SMA Negeri Samarinda ( sekarang SMA Negeri 1 Samarinda ) dipimpin oleh Kepala Sekolah Yacob I Salu. Karena adanya tugas lain, setelah berlibur bepergian beliau tidak kembali. Untuk kelancaran belajar mengajar oleh bidang PMU ( sekarang Bidang Dikmenum ) Kanwil Depdikbud Propinsi Kalimantan Timur untuk priode 1961 – 1975 tugas Kepala Sekolah dipercayakan kepada Bapak Yuslimin Sanlias, BA.

Kemudian berdasarkan SK Direktorat Pendidikan Umum tertanggal Jakarta, 30 Juli 1965 nomor 18/Dirpu/1965 terhitung tanggal 1 Agustus 1965 SMA Negara ini resmi menjadi SMA Negeri yang berdiri sendiri.

Meskipun SMA ini telah menjadi SMA Negeri namun tantangan-tantangan, hambatan-hambatan, kesulitan-kesulitan dan lain sebagainya masih banyak sekali yang harus diatasi demi kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar yang pada waktu itu belum stabil desegala bidang.

Gedung sebagai sarana tempat melaksanakan proses belajar mengajar masih meminjam / menggunakan sekolah Cina Chiau Tsung Tarakan yang berdasarkan Surat Berita Acara peminjaman / pemakaian tertanggal 7 Juni 1966 nomor 01/P/66 penanggung jawab gedung tersebut adalah Kepala SMP Fajar. Alhamdulillah, sesuai SK Kepala Kantor Wilayah Debdikbud Propinsi Kaltim tertanggal 20 Agustus 1975 nomor D.III/PW – KT/75 terhitung tanggal 20 Agustus 1975 sekolah Cina Chiau Tsung yang dipinjam sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar dan kegiatan lainnya oleh Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Kaltim secara resmi diserahkan penggunaannya kepada SMA Negeri Tarakan. Dan sekarang menjadi SMA Negeri 1 Tarakan.

KEBUDAYAAN TARAKAN

Bagi seorang wisatawan, begitu tiba di suatu daerah, kesan pertama yang muncul adalah ciri kahas daerah tersebut. Begitu pula jika mau balik, yang dibutuhkan adalah cenderamata sebagai oleh-oleh. Tetapi di Tarakan, betapa sulit mencari sesuatu yang menjadi ciri khas Tarakan.

Begitu keluar dari Bandara Juata memasuki pintu gerbang Kota Tarakan, saya terperangah. Gapura mentereng itu hanya bertuliskan ”Selamat Datang” tanpa ’di Kota Tarakan’. Ternyata di Pelabuhan Melundang juga begitu. Kalaupun seorang wisatawan befoto di depan gapura tersebut, lalu dia ceritra kepada temannya, ”ini loh fotoku di Kota Tarakan”. Saya yakin temannya tak percaya. Masalahnya, selain tak ada tulisan Tarakan sedikitpun, gapura itu seperti di daerah lain, tak ada ciri khas. Berbeda dengan Bali, tanpa tulisan kata ’Bali’, orang pasti kenal obyek fotonya di Bali karena ciri khasnya jelas, apalagi ada tulisan kata ’Bali’.

Dari hal sepele ini saja terlihat bahwa budaya promosi pariwisata mulai dari pintu gerbang ternyata belum ada. Padahal, promosi pariwisata yang baik harus dimulai dari pintu gerbang rumah kita hingga ke ruang tamu rumah si turis tadi. Selama sebuah asbak made in Tarakan dipajang di meja ruang tamu di Jepang misalnya, selama itu pula asbak itu bercerita banyak tentang Tarakan. Tetapi, sebenarnya tanpa bermaksud promosi pariwisatapun, minimal kita bisa promosi Kota Tarakan hanya dengan menambah tulisan ‘di Kota Tarakan’ setelah ‘Selamat Datang’.


Semua itu kemudian dilengkapi dengan panorama alam Pantai Amal, kawasan hutan mangrove di tengah kota yang dihuni binatang langka-bekantan atau monyet berhidung mancung, taman kebun anggrek, wisata tirta 3R, serta sajian seafood berlimpah ruah yang menggoda selera makan; makin menambah pesona Tarakan sebagai alternatif daerah tujuan wisata baru di Indonesia selain Bali. Khusus Pantai Amal, kini sedang dibangun green zone, yakni sebuah kawasan wisata (seperti kawasan wisata Nusa Dua, Bali) dengan mereklamasi pantai sepanjang 2,7 km dari panjang pantai 5 km.

KHUSUS SUMPAH PEMUDA

Sumpah pemuda berawal dari adanya organisasi-organisasi pemuda yang didirikan para pemuda seperti berdirinya organisasi Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia(PPPI).Atas adanya PPPI maka diselenggarakan kongres pemuda 1 di Jakarta.Dan kongres pemuda 1 melaksanakan siding serta mengambil keputusan yaitu menyiapkan pelaksanaan kongres pemuda 2 dan menyerukan persatuan berbagai organisasi pemuda dalam satu organisasi pemuda Indonesia.

Kemudian dengan berlanjutnya pada kongres pemuda 2 melahirkan siding terakhir pada tanggal 28 Oktober 1928,dan para pemuda sepakat mencetuskan ikrar Sumpah Pemuda.

Isi Sumpah Pemuda :

  1. Kami putra dan putri Indonesia,mengaku bertanah air yang satu,tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia,mengaku berbangsa yang satu,bangsa Indonesia.
  3. Kami putra dan putri Indonesia,menjunjung bahasa persatuan,bahasa Indonesia.

Selasa, 29 September 2009

hari lebaran ke-2

sperti biasany sya bersilahturahmi ke tman-tman ku.
dan sya bertmu dgn kwan lama q dan dc2 knangan yg takkan terlupakn
.

first lebaran day

Hari pertama lebaran, rsa ny bahagia sekali dpt berkmpul dgn kluarga yang lngkap.
dan kmi skluarga bersilahturahmi ke sanak saudara saya.

Jumat, 25 September 2009

Hari pertama lebaran, aq nd solat id

Senin, 07 September 2009

Belajar blog

Membuat Blog
Berikut langkah-langkah membuat blog :
1. Ketikan alamat url di blogger.com
2. Klik CREATE YOUR BLOG NOW, kemudian isilah data diri anda pada kolom yang tersedia.
3. Setelah itu klik CONTINUE, dan beri nama pada blog anda.